iklan Yuk. . .

Iklan Yuk. . .

Sponsor Setia

04 November 2009

Stres y ??? Berpelukan Yuk. . .


Bagi orang Indonesia, berpelukan masih termasuk hal yang tabu untuk dilakukan, kecuali bagi pasangan suami istri. Pelukan bisa diartikan sebagai dukungan dan dapat menjadi sumber kekuatan di saat kita menghadapi masalah. Pelukan juga dapat diartikan sebagi ajakan untuk berdamai.

Berbagai riset menyebutkan, berpelukan bisa menyembuhkan masalah fisik dan emosional, bahkan bisa mengatasi stres dan depresi. Seperti sebuah riset yang digagas Dr Harold Voth, senior psikater dari Kansas, Amerika Serikat, menyebutkan berpelukan mampu mengusir depresi, mentune-up sistem kekebalan tubuh, tidur lebih nyenyak, dan awet muda.
Bahkan ada sebuah lembaga yang khusus mengkoordinir 'pelukan gratis' (Free Hug) di jalanan bagi mereka yang membutuhkan. Meski di beberapa negara kampanye Free Hug ini terganjal regulasi pemerintah, seperti di Cina, yang menganggap pelukan sebagai tradisi asing. Bahkan pemerintah Cina, Oktober 2006 lalu membubarkan aksi pelukan di pusat kota bisnis Xi'an, dan melarang kampanye pelukan di jalanan.
Bagaimana berpelukan bisa memberikan efek yang demikian hebat?
Ketika berpelukan, tubuh melepaskan oxytocin, hormon yang berhubungan dengan perasaan cinta dan kedamaian yang bekerja menekan hormon penyebab timbulnya stress (hormon cortisol dan hormon norepinephrine). Sehingga akhirnya, tentu saja bisa memberikan kontribusi untuk kesehatan jantung dan pikiran.
Dalam kehidupan nyata, hormon oxytocin ini akan tercipta dalam sebuah hubungan sehat yang tidak sering diwarnai pertengkaran ataupun kekerasan. Seperti kita ketahui, tidak semua orang memiliki hubungan yang membahagiakan, karena itu kualitas sebuah hubungan bisa menjadi tolak ukur kesehatan seseorang. Dari hasil penelitian menunjukkan, perempuan yang tidak bahagia dalam hubungan asmara atau pun dalam pernikahan, memiliki kecendrungan lebih tinggi untuk terkena serangan jantung.
Mengapa perempuan? Karena ternyata oxytocin lebih memiliki kedekatan dengan hormon estrogen yang diproduksi perempuan, sehingga menyebabkan, perempuan lebih responsif saat memeluk pasangannya ketimbang laki-laki.
Apakah Anda saat ini lagi stres berat? Mungkin karena masalah pekerjaan, keluarga. Ayo, carilah orang yang bisa Anda ajak berpelukan! Berpelukan tak harus dengan pasangan, bagi Anda yang masih menjomblo, berpelukan dengan sahabat atau saudara Anda tak ada salahnya bukan? Paling tidak Anda bisa merasa nyaman dan terlindungi untuk beberapa saat.

Sumber: DI SINI
Baca>>> “Stres y ??? Berpelukan Yuk. . .”  »»

03 November 2009

Sejarah Kota Tarakan


Kota Tarakan berdasarkan cerita rakyat berasal dari bahasa Tidung kuno yakni dari kata Tarak dan Ngakan, dalam bahasa Tidung Tarak mempunyai arti bertemu sedangkan Ngakan berarti Makan. Kata ngakan merupakan indikasi bahwa para nelayan dulu sering berisitirahat dan makan dipulau ini, yang menjadi tempat pertemuan para nelayan disekitar pulau ini seperti dari daerah Salim batu, tana lia, Pulau bunyu, Sesayap, Sembakung dan lain lain. Tarakan juga sebagai tempat bermuaranya tiga sungai besar diutara Kalimantan Timur seperti sungai Sesayap/Malinau, Sungai Kayan, dan Sungai Sembakung.
Tarakan juga disebut dengan istilah Tengkayu yang dari bahasa Tidungnya berarti daerah yang dikelilingi oleh laut atau Pesisir.

Pulau seluas 241,5 KM yang sebagian besar masih merupakan hutan lindung terutama dipesisir pantai wilayah selatan. Kondisi ini merupakan panorama alam yang indah antara hutan lindung, bukit, hutan konservasi, kelong nelayan, perkebunan, pantai dan peninggalan sejarah berupa tugu jepang dan tugu ostrali.

Menurut sejarah Tarakan pernah menjadi lokasi pertempuran sengit perang dunia ke 2 antara tentara jepang dengan tentara ostrali. Sebanyak 235 tentara ostrali tewas pada pertempuran itu. Di kota Tarakan masih terdapat banyak tugu peringatan tentara ostrali di lokasi yang sekarang menjadi sebuah kompleks militer. Tugu peringatan ini dibangun untuk mengenang tentara ostrali yang tewas dalam upaya membebaskan Tarakan dari pendudukan jepang. Dilokasi lainnya terdapat kuburan tentara jepang yang berada dibekas bunker jepang dikawasan perbukitan .

Obyek wisata di kota Tarakan antara lain Pantai Amal yang berjarak 11 KM dari pusat kota. Pantai ini memiliki panorama nyiur melambai dengan pemandangan yang cukup indah dan letaknya di kecamatan Tarakan Timur. Setiap dua taon sekali di Pantai Amal ini akan diselenggarakan Pesta Adat Tidung yakni "IRAW TENGKAYU".
yang lebih lengkap disini Di Sini
Baca>>> “Sejarah Kota Tarakan”  »»

02 November 2009

Tarakan-Kita Disiplin, Bangun Kejujuran dalam diri


Rabu, 21 Oktober 2009, SMA Negeri 1 Tarakan kedatangan tamu dari Kejaksaan Tinggi Jakarta, Bapak Thomson Siagian dan Walikota Tarakan, Bapak Udin Hianggio. Kedatangan ini bertujuan untuk memantau perkembangan kantin kejujuran yang ada di seluruh sekolah di Tarakan, salah satunya SMA Negeri 1 Tarakan. Perlu diketahui, Kantin kejujuran di SMA Negeri 1 Tarakan sudah dibangun sejak beberapa bulan yang lalu, tepatnya bulan Juli 2009. Kantin Kejujuran tersebut cukup mendapat respon positif dari seluruh warga sekolah. Kantin Kejujuran juga berguna untuk menciptakan budaya jujur di lingkungan sekolah.

Bapak Thomson Siagian berpendapat bahwa Kantin Kejujuran di SMA Negeri 1 Tarakan sudah cukup bagus. Beliau juga menuturkan kantin kejujuran SMA Negeri 1 berbeda dari kantin kejujuran di sekolah lainnya. Pasalnya, kantin kejujuran di SMA Negeri 1 Tarakan sangat terbuka, tanpa pengawasan dan dipercayakan langsung kepada siswa.

“Seperti yang saya lihat, kantin kejujuran disini sedikit berbeda dari yang lain. Tempatnya begitu terbuka dan para siswa langsung mengambil makanannya sendiri. Cukup bagus dan sangat dipercaya. “ tuturnya.

Beliau pun menambahkan kantin kejujuran ini harus terus dipertahankan dan dipantau setiap tahun mulai dari keuntungan, kerugian dan manfaatnya bagi sekolah. Bapak Thomson percaya, ditahun-tahun yang akan datang kantin kejujuran mampu membentuk jiwa kepemimpinan bagi para siswa.

Kunjungan ini juga dihadiri oleh Walikota Tarakan, Bapak Udin Hianggio. Beliau menuturkan dengan adanya kantin kejujuran mampu membentuk sikap kedisiplinan.

“Dengan sikap kedisiplinan, kita bangun kantin kejujuran. Kantin Kejujuran dapat mendidik kita untuk disiplin, menghormati orang tua dan guru kalian. Karena siswa merupakan penerus-penerus kedepan. Kantin kejujuran ini menjadi salah satu yang akan kami tinggalkan untuk dikembangkan terus-menerus demi terciptanya sikap kedisiplinan. Saya yakin, bila dikelola dengan baik dan didasari dengan kejujuran, kantin ini akan mampu berkembang dan menciptakan penerus-penerus yang baik. Mulailah dari menanam sebiji tanaman dan menghasilkan tanaman yang baik”

Pihak sekolah sangat menghargai atas kunjungan dari Kejaksaan Tinggi tersebut. Dengan adanya kunjungan tersebut, diharapkan seluruh warga sekolah untuk lebih mendukung adanya kantin kejujuran. Mari, bersama-sama kita ciptakan budaya jujur di lingkungan sekolah kita.

Baca>>> “Tarakan-Kita Disiplin, Bangun Kejujuran dalam diri”  »»

MAknai Sumpah Pemuda


Dalam rangka memperingati 81 Tahun “Hari Sumpah Pemuda”, SMA Negeri 1 Tarakan menggelar “Bulan Bahasa” bertemakan “ Melalui Bulan Bahasa Kita Bangkitkan Semangat Berbahasa, Berbangsa, dan Bernegara dengan Keimanan dan Ketaqwaan”. Acara tahunan ini dibuka langsung oleh Panitia Bulan Bahasa, Bapak Fahmi Riadl,S.Pd. pada hari Jum’at,23 Oktober 2009 pukul 7.30 WITA. Acara akan berakhir setelah acara puncak pada hari Rabu, 28 Oktober 2009. Pelaksanaan Bulan Bahasa diikuti dengan berbagai Lomba, antara lain Lomba Cerpen, Lomba Cerdas Cermat, Lomba Pidato, Lomba Cipta dan Baca Puisi, Lomba Drama Singkat, dan Lomba Nasyid. Lomba-lomba tersebut tidak langsung dilaksanakan pada pagi itu juga, namun dilaksanakan secara berkala setelah Kegiatan Belajar Mengajar usai.

Jum’at, 23 Oktober 2009 diawali dengan Lomba Menulis Cerpen pada pukul 15.30-17.30 WITA. Peserta lomba merupakan perwakilan kelas X-XII. Peserta dapat memilih salah satu tema dari 4 tema yaitu, Nasionalisme, Kebudayaan, Kesetiakawanan, dan Adiwiyata. Lomba dilaksanakan di Lab. Komputer 1 SMA Negeri 1 Tarakan. Berakhir Lomba Menulis Cerpen, Sabtu, 24 Oktober 2009 dilanjutkan dengan Lomba Pidato. Peserta Lomba merupakan perwakilan dari tiap kelas X-XII. Tidak berbeda dengan Lomba Menulis Cerpen, tema dapat dipilih dari 2 tema yaitu, Nasionalisme dan Adiwiyata. Lomba dilaksanakan di Ruang Multimedia mulai pukul 13.00-16.00 WITA. Bersamaan dengan Lomba Pidato, di Aula SMA Negeri 1 Tarakan berlangsung Penyisihan Lomba Cerdas Cermat. Kali ini peserta terdiri dari SMA se-Kota Tarakan. Penyisihan Lomba Cerdas Cermat pun dilanjutkan pada hari Minggu, 25 Oktober 2009. Dari babak penyisihan, didapatlah pemenang yang akan melanjutkan ke babak Final pada Acara Puncak Bulan Bahasa, antara lain Dua Tim dari SMAN 1 Tarakan dan Tim SMAN 3 Tarakan. Di tempat yang berbeda, Gazebo SMA Negeri 1 Tarakan berlangsung Lomba Cipta Puisi yang terdiri dari perwakilan SMA se-Kota Tarakan. Kedua Lomba dimulai pukul 10.00 WITA. Senin, 26 Oktober 2009 diadakan Lomba Drama Singkat dan Lomba Nasyid mulai pukul 13.00-16.00 WITA. Lomba Drama Singkat dilaksanakan di Aula SMA Negeri 1 Tarakan, Drama bertema Nasionalisme, Kesetiakawanan, Kebudayaan, dan Adiwiyata. Peserta merupakan perwakilan dari masing-masing kelas X-XII yang diwakili 1 tim, pementasannya maksimal 15 menit. Sedangkan Lomba Nasyid berlangsung di Ruang Multimedia SMA Negeri 1 Tarakan. Lomba ini diwakili oleh SMA/MA dan SMP/MTs se-Kota Tarakan. Selasa, 27 Oktober 2009 berlangsung Lomba Baca Puisi dan Lomba Drama Singkat. Setelah peserta menciptakan puisi pada hari Minggu lalu, saat ini peserta wajib menampilkan Puisi ciptaan mereka masing-masing di Ruang Multimedia SMA Negeri 1 Tarakan. Lomba Drama Singkat merupakan lanjutan dari Lomba Drama Singkat pada hari Senin. Lomba di mulai pukul 13.00-16.00 WITA.

Akhirnya sampailah pada Acara Puncak Bulan Bahasa. Rabu, 28 Oktober 2009 warga SMA Negeri 1 Tarakan berpenampilan berbeda seperti hari biasa. Hari ini Peremuan mengenakan pakaian Kebaya, sedangkan Laki-laki mengenakan Kemeja, sehingga membuat Acara ini terlihat formal. Penggelaran Bulan Bahasa yang bertujuan untuk menumbuhkan rasa cinta pada Bangsa khususnya Budaya Indonesia serta memberikan berbagai ilmu pengetahuan terhadap siswa tentang pentingnya menjaga kelestarian budaya bangsa ini dihadiri oleh tamu-tamu penting seperti, Ketua Komite dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan. Ada pun susunan Acara Bulan Bahasa yakni:

1. Pembukaan
2. Sambutan-sambutan
3. Pembacaan Doa
4. Final Lomba Cerdas Cermat
5. Hiburan Teater
6. Pengumuman dan Penampilan Pemenang Lomba
7. Penutup

DSC_0149NAcara dibuka tepat pukul 10.00 WITA oleh Ibu Rasti Januarita, S.Pd yang berlaku sebagai Pembawa Acara. Selanjutnya Sambutan-sambuta dari Ketua Panitia, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Tarakan, Ketua Komite, dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan. Pada saat pembacaan doa yang dipimpin oleh Bapak Ibrahim, S.Ag, para tamu beserta yang hadir disana mingamini dengan hikmat. Kemudian Final Lomba Cerdas cermat pun berlangsung, ketegangan terlihat dari wajah para peserta. Tim A dan B ditempati oleh perwakilan SMA Negeri 1 Tarakan dan Tim C ditempati oleh SMA Negeri 3 Tarakan. Dengan semangat dan keyakinan para peserta menjawab berbagai pertanyaan dari dewan Juri. Saat babak rebutan, sempat terjadi penundaan karena mati lampu. Sehingga acara diisi oleh penampilan Teater SMA Negeri 1 Tarakan. Usai penampilan Teater, dilanjutkan kembali Final Lomba Cerdas Cermat. Dan pemenang langsung diumumkan. Juara pertama diraih oleh Tim B perwakilan dari SMA Negeri 1 Tarakan dengan nilai 190, Juara kedua diraih oleh Tim A perwakilan dari SMA Negeri 1 Tarakan dengan nilai 150, dan Juara ketiga diraih oleh Tim C perwakilan dari SMA Negeri 3 Tarakan dengan nilai 120. Kemudian diumuman pula Pemenang Lomba menulis Cerpen, Juara pertama atas nama Banyuriatiga dari kelas XI IPA 1 dengan judul “Harga Mati Bagi Dodo”, Juara kedua atas nama Nurul Ayu Permatasari dari kelas XII Bahasa dengan judul “Maafkan Aku, Sahabat”, Juara ketiga atas nama Devi Lestari dari kelas XI IPA 4 dengan judul “Kemerdekaan Untuk Kami”. Dilanjutkan pengumuman pemenang Lomba Pidato, Juara pertama atas nama Ince Hawarida R. dari kelas XI Bahasa, Juara kedua atas nama Ulfah dari kelas X-D, Juara ketiga atas nama Trikortea dari kelas XI IPA 2. Pemenang Lomba Cipta dan Baca Puisi diraih Nur Syaida Annisa dari SMA Negeri 1 Tarakan sebagai Juara Pertama, Rahmat Aras dari SMA Negeri 1 Tarakan sebagai Juara Kedua, dan Martika dari SMA Negeri 3 Tarakan sebagai Juara ketiga. Untuk Pemenang Lomba Drama Singkat diraih oleh kelas XI Bahasa sebagai Juara Pertama, XII IPA 3 sebagai Juara Kedua, dan XII IPS 2 sebagai Juara Ketiga. Dan yang terakhir Pengumuman Pemenang Lomba Nasyid. Juara Pertama dari kelompok putra SMP Negeri 1 Tarakan, Juara Kedua dari kelompok putra SMA Negeri 3 Tarakan, dan Juara Ketiga dari kelompok putri SMA Negeri 1 Tarakan. Para pemenang mendapatkan 1 buah tropy, sertifikat, serta uang pembinaan. Setelah selesai pembacaan pemenang lomba, dilanjutkan dengan penampilan para pemenag lomba. Pukul 13.30 WITA, akhirnya acara pun ditutup. Bulan Bahasa akan diadakan kemali tahun depan. Semoga dengan diadakannya Bulan Bahasa, Pemuda Pemudi Indonesia dapat lebih meningkatkan rasa Nasionalisme dalam diri mereka, mencintai Negeri dan Bangsa ini dan meneruskan perjuangan Pemuda Pemudi yang telah mengikrarkan Sumpah Pemuda.

Hidup Pemuda Pemudi Indonesia ! Berjaya Indonesia !

Baca>>> “MAknai Sumpah Pemuda”  »»

22 Oktober 2009

Sumpah Pemuda Versi lain


Sumpah Pemuda adalah salah satu tonggak sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia. Seperti kita telah ketahui, ada tiga butir penting Sumpah Pemuda, yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Tiga hal ini merupakan faktor penting bagi negara kita. Bagaimana semangat pemuda dulu? Bagaimana pula kenyataan pemuda pada masa kini?

Sesuai namanya, Sumpah Pemuda dirumuskan oleh para pemuda. Mereka kemudian menjadikannya sebagai dasar untuk membangkitkan rasa nasionalisme. Para pemuda tidak lagi berjuang sendiri, melainkan bersamasama.
Perlu kita ketahui, Sumpah Pemuda tidak lahir begitu saja. Banyak hal yang melandasi para pemuda bertekad untuk bersatu. Mereka berpikir tidak akan bisa membuat Indonesia merdeka jika berjuang di kelompok sendiri.
Kegagalan dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia membuat mereka sadar bahwa rasa nasionalisme harus dipadukan. Karena itu, diadakanlah Kongres Pemuda I dan II. Mereka menjadi satu, menjadi “Pemuda Indonesia”.

Bertolak Belakang
Semangat persatuan para pemuda dulu harus diikuti pemuda masa kini. Yaitu, dengan mengisi kemerdekaan. Meskipun saya masih duduk di bangku SD, saya tetaplah pemuda bangsa dan generasi penerus cita-cita para pemuda dulu.
Akan tetapi, terkadang kita dibuat sedih dengan kenyataan para pemuda Indonesia saat ini. Semangat mengisi kemerdekaan mereka sangat kecil, kadang malah merusak. Hanya karena sedikit salah paham, para pemuda sekarang bisa tawuran. Tawuran antarpemuda tidak mengenal lokasi dan tingkat kedewasaan. Pemuda desa yang satu rusuh dengan pemuda kampung yang lain. Ada juga tawuran antar sekolah dan antaruniversitas. Mereka menghancurkan semangat Sumpah Pemuda.
Masalah beberapa pemuda masa kini, bukan hanya emosi yang tak terkendali. Mereka juga bermental egois dan asyik dengan diri sendiri tanpa peduli dengan lingkungan. Mereka menjerumuskan diri ke dalam narkoba, hura-hura, dan pesta-pora.
Menurut saya, pemuda zaman sekarang terlalu terlena dengan kemudahankemudahan yang ada. Akibatnya, mereka terjerumus ke hal-hal yang negatif. Sebaiknya, mereka memakai kemudahan untuk meningkatkan kualitas diri-sendiri.
Tidak Semua
Untungnya, tidak semua pemuda zaman sekarang seperti mereka, yang menghancurkan diri dan bangsanya. Masih banyak generasi penerus bangsa yang masih peduli dengan lingkungan dan menjunjung tinggi semangat Sumpah Pemuda.
Ada banyak pemuda Indonesia masa kini yang berprestasi di bidang pendidikan, olahraga, teknologi, perdamaian, dan lain-lain. Contohnya, Maria Kristin yang mengharumkan nama bangsa lewat olahraga bulu tangkis.
Jadi, kenyataan pemuda saat ini adalah ada yang melupakan semangat Sumpah Pemuda. Ada pula yang tetap memegang teguh. Yang tetap setia kita dukung dan mencontohnya. Sementara yang lupa, kita ingatkan agar kembali ke semangat para pemuda dulu.


Baca>>> “Sumpah Pemuda Versi lain”  »»

Sumpah Pemuda (wikipedia)

Sumpah Pemuda merupakan sumpah setia hasil rumusan Kerapatan Pemoeda-Pemoedi Indonesia atau dikenal dengan Kongres Pemuda II, dibacakan pada 28 Oktober 1928. Tanggal ini kemudian diperingati sebagai "Hari Sumpah Pemuda".
Rumusan Sumpah Pemuda ditulis Moehammad Yamin pada sebuah kertas ketika Mr. Sunario, sebagai utusan kepanduan tengah berpidato pada sesi terakhir kongres. Sumpah tersebut awalnya dibacakan oleh Soegondo dan kemudian dijelaskan panjang-lebar oleh Yamin.

Isi
Sumpah Pemuda versi orisinal:
Pertama
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia.
Kedoea
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.
Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan:
Pertama
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia.
Kedua
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Ketiga
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Kongres Pemuda II
Gagasan penyelenggaraan Kongres Pemuda Kedua berasal dari Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), sebuah organisasi pemuda yang beranggota pelajar dari seluruh Indonesia. Atas inisiatif PPPI, kongres dilaksanakan di tiga gedung yang berbeda dan dibagi dalam tiga kali rapat.
Rapat pertama, Sabtu, 27 Oktober 1928, di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB), Waterlooplein (sekarang Lapangan Banteng). Dalam sambutannya, ketua PPI Sugondo Djojopuspito berharap kongres ini dapat memperkuat semangat persatuan dalam sanubari para pemuda. Acara dilanjutkan dengan uraian Moehammad Yamin tentang arti dan hubungan persatuan dengan pemuda. Menurutnya, ada lima faktor yang bisa memperkuat persatuan Indonesia yaitu sejarah, bahasa, hukum adat, pendidikan, dan kemauan
Rapat kedua, Minggu, 28 Oktober 1928, di Gedung Oost-Java Bioscoop, membahas masalah pendidikan. Kedua pembicara, Poernomowoelan dan Sarmidi Mangoensarkoro, berpendapat bahwa anak harus mendapat pendidikan kebangsaan, harus pula ada keseimbangan antara pendidikan di sekolah dan di rumah. Anak juga harus dididik secara demokratis.
Pada rapat penutup, di gedung Indonesische Clubgebouw di Jalan Kramat Raya 106, Sunario menjelaskan pentingnya nasionalisme dan demokrasi selain gerakan kepanduan. Sedangkan Ramelan mengemukakan, gerakan kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Gerakan kepanduan sejak dini mendidik anak-anak disiplin dan mandiri, hal-hal yang dibutuhkan dalam perjuangan.
Sebelum kongres ditutup diperdengarkan lagu "Indonesia Raya" karya Wage Rudolf Supratman yang dimainkan dengan biola saja tanpa syair, atas saran Sugondo kepada Supratman. Lagu tersebut disambut dengan sangat meriah oleh peserta kongres. Kongres ditutup dengan mengumumkan rumusan hasil kongres. Oleh para pemuda yang hadir, rumusan itu diucapkan sebagai Sumpah Setia.
Peserta
Para peserta Kongres Pemuda II ini berasal dari berbagai wakil organisasi pemuda yang ada pada waktu itu, seperti Jong Java, Jong Ambon, Jong Celebes, Jong Batak, Jong Sumatranen Bond, Jong Islamieten Bond, PPPI, Pemuda Kaum Betawi, dll. Di antara mereka hadir pula beberapa orang pemuda Tionghoa sebagai pengamat, yaitu Oey Kay Siang, John Lauw Tjoan Hok dan Tjio Djien Kwie serta Kwee Thiam Hong sebagai seorang wakil dari Jong Sumatranen Bond. Diprakarsai oleh AR Baswedan pemuda keturunan arab di Indonesia mengadakan kongres di Semarang dan mengumandangkan Sumpah pemuda keturunan arab.
Gedung
Bangunan di Jalan Kramat Raya 106, tempat dibacakannya Sumpah Pemuda, adalah sebuah rumah pondokan untuk pelajar dan mahasiswa milik Sie Kok Liong.
Gedung Kramat 106 sempat dipugar Pemda DKI Jakarta 3 April-20 Mei 1973 dan diresmikan Gubernur DKI Jakarta, Ali Sadikin, pada 20 Mei 1973 sebagai Gedung Sumpah Pemuda. Gedung ini kembali diresmikan oleh Presiden Soeharto pada 20 Mei 1974. Dalam perjalanan sejarah, Gedung Sumpah Pemuda pernah dikelola Pemda DKI Jakarta, dan saat ini dikelola Kementrian Kebudayaan dan Pariwisata.

Baca>>> “Sumpah Pemuda (wikipedia)”  »»

19 September 2009

Sekilas - Air & Kebersihan Lingkungan


Kondisi kebersihan air dan lingkungan di sebagian besar

daerah di Indonesia masih sangat buruk. Situasi ini menyebabkan tingginya kerawanan anak terhadap penyakit yang ditularkan lewat air. Pada 2004, hanya 50 persen penduduk Indonesia yang mengambil air sejauh lebih dari 10 meter dari tempat pembuangan kotoran. Ukuran ini menjadi standar universal keamanan air. Di Jakarta, misalnya, 84 persen air dari sumur-sumur dangkal ternyata terkontaminasi oleh bakteri faecal coliform.
Secara praktis masalah kebersihan menjadi tidak kondusif karena masyarakat memang selalu tidak sadar akah hal tersebut. Tempat pembuangan kotoran tidak dipergunakan dan dijaga dengan baik. Akibatnya masalah diare, penyakit kulit, penyakit usus dan penyakit lain yang disebabkan air sering menyerang golongan keluarga ekonomi lemah. Upaya mengembangkan kesehatan anak secara umum pun menjadi terhambat. Fakta ini terjadi khususnya di daerah bekas bencana tsunami di Aceh dan Sumatra Utara.
Disamping akses air bersih yang buruk, situasi kebersihan air dan lingkungan diperparah oleh kegagalan penyuluhan bagi masyarakat kelas bawah dan mereka yang tinggal di daerah kumuh untuk berperilaku bersih. Bahkan penyediaan air minum yang bersih pun belum secara serius dijadikan prioritas pembangunan di Indonesia terutama di tingkat propinsi.


Baca>>> “Sekilas - Air & Kebersihan Lingkungan”  »»

Perubahan biologis saat Puasa Ramadhan


Ibu kos saya waktu sekolah di Samarinda mengkhawatirkan keadaan yang

tanpa makan minum selama sebulan penuh. “Awas, nanti bisa dehidrasi lo, lalu mati.” Begtiu mudahkah sistem biologis kita menghadapi periode pembatasan kalori ini???
Pada orang yang sehat tidak ada perubahan yang signifikan kadar unsur kimia dalam darah orang yang berpuasa selama bulan ramadhan. Efek-efek metabolik yang terjadi sangat bervariasi dan bergantung pada banyak variabel, baik keragaman individu, usia, maupun tempat (iklim dan sebagainya). Namun secara umum dapat disebutkan beberapa efek metabolik yang terjadi sebagai berikut:
1. Pada awal puasa terjaid penurunan metabolisme sebanyak 22% dari normal, namun hari-hari selanjutnya tubuh melakukan penyesuaian diri.
2. Kadar gula darah memang menurun lebih rendah daripada biasanya pada saat-saat menjelang maghrib, tetapi tidak akan pernah sampai mebahayakan kesehatan (oleh karena itu puasa cukup aman bagi penderita Dm tipe II yang tekontrol).
3. Kadar asam lambung akan meningkat pada saat menjelang maghrib dihari-hari pertama puasa, tetapi selanjutnya akan kembali menjadi normal. Hal tersebut malah bermanfaat untuk eradikasi (mengeliminir) kuman yang ada dilambung.
4. Saat orang menunda makan selama lebih kurang 12 jam, maka saat proses metabolisme glukosa yang digunakan sebagai bahan bakar akan terpakai habis, kemudian tubuh akan mencari sumber energi lain dengan melakukan glikolisis lewat pembongkaran deposit lemak dalam tubuh.

Pengikisan lemak dalam tubuh sangat bermanfaat, terutama terhadap kesehatan cardiovaskuler (jantung dan pembuluh darah). Lemak (sejumlah lipoprotein seperti Colesterol, Trigliserit/ LDL) yang menempel pada dinding pembuluh darah dapat menyumbat dan megakibatkan stroke dan jantung koroner.
Pembakaran lemak ini juga penting pada penderita kegemukan (Obesitas). Dilaporkan bila puasa benar-benar dijalankan dengan sempurna, terjadi penurunan berat badan sekitar 3-4%. Dari sisi ortopedik menjadi bermafaat, karena tidak akan ada lagi keluhan lutut yang gampang sakit.
5. Puasa mempengaruhi kemampuan konsentrasi berfikir di otak, karena tidak terkonsentrasi di saluran pencernaan, sehingga otak cukup mendapat suplai maksimal ketika ia bekerja sehingga kegiatan berfikirnya menjadi optimal.
6. Untuk variabel-variabel kimia darah lainnya tidak menunjukkan perbedaan bermakna antara orang yang berpuasa dengan yang tidak.

Pada orang yang mempunyai permasalahan kesehatan, dalam hal ini gangguan saluran pencernaan, terjadi peningkatan asam lambung (HCI) dan pepsin yang akan kembali normal setelah puasa selesai. Gejala dispepsia fungsional (tanpa kelainan organik) yang umumnya terjadi karena makan yang tidak teratur, pada saat puasa terjadi detoxisasi sehingga racun tubuh akan di “gelontor” kelar.
Yang penting makan manis ketika buka dan sahur, batasi makanan yang digoreng, serta dianjurkan untuk makan makanan berkarbohidrat kompleks. Khusus lansia, fokus utama puasa ramadhan terletak pada pengaturan diet ketika berbuka dan sahur. Diperbolehkan berpuasa jika kondisi tubuhnya stabil, penyakitnya terkontrol, serta tidak ada infeksi akut.
Proporsi kalori untuk sahur, buka puasa, dan sesudah tarawih bagi para lansia ialah 40%, 50%, dan 10% ketika berbuka puasa, pastikan tidak langsung makan berat, karena fungsi lambung dan usus halus sudah jelas sudah jauh menurun.
Kebutuhan kalori puasa dengan tidak puasa tidak ada perbedaan, sehingga jumlah makanan yang masuk logikanya tidak boleh berubah. Untuk mencegah dehidrasi, anjurkan lansia untuk minum air ketika bangun tidur, ketika sahur, saat berbuka, serta porsi terbesar setelah tarawih atau sebelum tidur.
Antara berbuka dengan sebelum sahur sebaiknya mengkonsumsi jus buah agar lebih bernutrisi. Terlalu banyak es pada minuman akan menahan rasa kenyang sehingga para lansia menjadi malas makan.
Ketika sahur, tidak dianjurkan minum teh dan kopi dan makanan yang sulit dicerna, seperti keju. Dianjurkan mengkonsumsi makanan yang lambat dicerna dan tinggi serat ketika sahur dan berbuka. Pilihan baik ialah buah-buahan, terutama buah kurma karena mengandung gula, serat, karbohidrat, kalium, dan magnesium.



Baca>>> “Perubahan biologis saat Puasa Ramadhan”  »»

Ucapkan ‘Alhamdulillah' Niscaya Datang 'Yarhamukallah'


Dalam rubik sebuah majalah terdapat tulisan dengan judul

yang cukup unik dan menantang untuk dibaca secara detil. Judul tulisan itu adalah ‘Menebak Sifat Kepribadian Seseorang dari cara Bersinnya’. Si penulis mengatakan, jika seseorang bersin dengan suara keras dengan kata-kata spontan yang kadang-kadang ngawur, maka orang tersebut mampunyai kepribadian kasar dan sombong, walaupun sebenarnya orang itu cerdas dan pintar. Tapi ia suka menyepelekan orang lain.
Jika seseorang bersin dengan suara keras dan nyaring, walaupun mulut dan hidungnya ditutup, maka orang itu berkepribadian luwes dan berpikiran maju. Tapi sayang orang ini cenderung pelit. Jika seseorang bersin dengan suara keras tapi berdesis, maka orang itu berkepribadian kalem tapi sering tidak berhasil meyelesaikan maslah pribadinya. Dan seterusnya tulisan itu saya baca sampai selesai hingga memakan seperempat waktu perjalanan saya dalam penerbangan antara Medan dan Jakarta.
Dengan mata yang agak berkunag-kunang, selesai membaca tulisan itu saya cari-cari ke halaman lain kalau-kalau msih ada sambungannya sebab saya masih penasaran, “Kok tidak dibahas orang yang bersin, kemudian mengucapkan alhamdulillah. Bagaimana kepribadiannya ?”
Bagi saya sebenarnya tidak terlalu penting mampelajari sifat dan kepribadian orang dari cara bersin seperti dalam tulisan tadi, karena setidaknya itu hanyalah ramalan yang belum tentu kesahihannya. Tapi dalam tulisan itu ada hal sangat penting, dan tentu sangat berfaeda, karena sang penulis juga sempat membuat riset dan penelitian tentang kecepatan udara yang menyembur dari orang yang bersin. Konon kecepatannya mencapai angka 250 km/ jam. Artinya setara dengan kecepatan balap mobil F-1. Bisa dipastikan seandainya orang bersin tidak memejamkan matanya,maka matanya akan coplok dari kelopaknya dan terbang sejauh sepuluh meter atau lebih.
Dalam sebuah hadis, rasulullah mengajarkan agar setiap kita bersin dianjurkan mengucapkan Alhamdulillah. Orang lain yang mendengarnya wajib menjawab Yarhamu Kallah. Kemudian yang bersin menjawab lagi, Yahdi Kumullah.
Betapa kita sering tidak menyadari Allah SWT sangat tidak terbatas dan sangat tidak terjangkau oleh akal fikiran kita dalam mencurahkan kasih sayang-Nya kepada kita. Bisa dibayangkan seandainya Allah tidak menciptakan harmonisasi gerak pada kelopak mata kita, betapa banyaknya orang kehilangan bijimata dan buta gara-gara bersin.
Sejauh itulah kemuliaan ajarang Islam yang disampaikan melalui baginda Rasulullah Muhammad saw. Tidak sesepele seperti yang kita bayangkan dari kata-kata Alhamdulillah dikala kita bersin.
Marilah kita kembali kepada ajaran Rasulullah saw. Beliau selalu mengajarkan kita untuk bersyukur dalam berbagai situasi dan kondisi.
Bukankah Nabi tetap shalat pada saat sakit keras sekalipun. Sahabat Ali Bin Abi Thalip memberikan roti pada pengemis di saat ia, istri dan anak-anaknya tidak makan berhari-hari. Abu bakr menghabiskan seluruh kekayaannya di jalan Allah dan hanya menagkui Allah dan Rasul-Nya sebagai kekayaan yang tersisa pada dirinya. Coba bandingkan dengan kondisi kita pada saat ini yang masih punya rumah mewah, kendaraan mewah, uang banyak, harta melimpah. Apalagi yang harus dikeluhkan??? Ucapkanlah, Alhamdulillah, niscaya datang Yarhamu Kallah.


Baca>>> “Ucapkan ‘Alhamdulillah' Niscaya Datang 'Yarhamukallah'”  »»

Menjadi Generasi Pengganti


Akhir-akhir ini rakyat Indonesia disuguhi lakon

anak manusia di atas pentas politik, terutama pada saat pilkada, pileg, juga pilpres. Mereka berlomba-lomba mendemostrasikan sosok sebagai pemimpin yang ideal yang layak dan pantas dipilih oleh rakyat. Inilah panggung drama politik negeri ini.
Mulai dari pencitraan seorang pemimpin yang dekat dengan rakyatnya, tegas dalam bersikap, serta cerdas dalam berpikir dan bertindak. Semuanya ideal. Semua bicara peduli rakyat. Benarkah demikian ? Hanya Allah dan dirinya yang tahu.
Namun, jika kita melihat kebelakang, nampaknya gambaran itu hanya menjadi mimpi-mimpi yang berbuah janji. Gambaran negeri yang sejahtera dibawah pemimpin yang ideal seperti di atas hanya menjadi angan-angan. Nyatanya, di negeri ini banyak pemimpin (leader) yang tak mempunyai kemampan memimpin. Betapa banyak pejabat di negeri ini, tapi betapa banyak juga yang gagal.
Sederet jari tak cukup untuk menghitung tentang betapa berapa banyak leader yang tumbang dan berjatuhan. Saya, anda, dan kita tentu mudah menyebutkannya. Tapi, saat harus menunjuk dimana sang pejabat yang negarawan, jari dan lidah ini seolah kelu. Karena memang sulit mengidentifikasikannya.
Saat ini, bangsa yang kita cintai dan banggakan ini berharap banyak lahirnya pemimpin yang punya jiwa leadership (kepemimpinan). Satu abad lalu kita jumpai dalam deretan sejarah emas negeri ini tentang sosok leader yang punya leadership, disana ada Diponegoro, Cut Nyak Dien, dll.
Dalam suasana rebut kemerdekaan, juga ada soekarno dan Bung Hatta. Mereka semua telah memancangkan tonggka kepemimpinan yang berkarakter dalam kadar jamannya. Sunguh sebuah rentetan sejarah heroik dan mengharu birubagi sebuah bangsa telah terukir dengan indah dengan pesan yang sangat jelas bagi generasi selanjutnya bahwa bangsa ini butuh banyak pemimpin yang punya kemampuan memimpin.
Asa harus terus di Kobarkan, walau fakta morat marit dan compang camping adalah wajah kita hari ini. Ekonomi yang menjadi tumpuan hancur karena inflasi yang tak terkendali, politik bersih selalu di impikan lenyap oleh sinetron “dangang danging sapi”, dan hukum yang dijadikan benteng, remuk lantaran hakim dan jaksa “jual beli jasa”. OH Negeriku.
Namun sekali lagi asa harus tetap ditegakkan walau hampir roboh “mencium” bumi. Kelak dengan segenap keyakinan akan lahir dan dilahirkan pemimpin yang punya kemampuan untuk memimpin dalma bingkai moralitas yang tercerahkan oleh nilai-nilai ilahiyah. Inilah kelak yang akan menjadi generasi pengganti.
Wallahu’alam bi Shawab.***


Baca>>> “Menjadi Generasi Pengganti”  »»


ShoutMix chat widget

iklan yuk. . .

Related Posts with Thumbnails

IKLAN-KLIK

What Time it 's ???

(SYMOI)
MAU BANNERnya COPY and PASTE (COPAS)code disamping kiri anda ini - and Create Your On Your BLog

JADWAL SHALAT

Blogroll Teman" Terbaikku

didukung Oleh :

SC Community
bakuhatsu
meriam-sijagur.com

Distortion of Music


Produk SMART Telecom

Masukkan Code ini K1-75329Y-X
untuk berbelanja di KutuKutuBuku.com


BLOG AQ GITU LHO..


tuLisan byasa

http://www.amhusite.co.cc/


JoLa76


NitrouZ Daily Blog



Kolom blog tutorial


Indonesian Blogger
SMPN 2 Tarakan

Create your own banner at mybannermaker.com!


Seby-Antoe.Com
Kluwan Lover
blokinfo.blogspot.com



Download Source Code


Photobucket
fandhi = emo

Free Software By Rattlenetwork
Free Software By Rattlenetwork

link4
link selanjutnya...

Apa Pendapat KamiU ttg my BloG ???™


widget
 

Copyright © 2009 by Info Symoi

SYMOI Categories 1 Categories 2 Categories 3 Categories 4 Categories 5